
Trend penggunaan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari telah memberikan kemudahan bagi kita untuk mendapatkan informasi dan juga mampu memberikan peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi penggunanya. Masyarakat saat ini sudah akrab dengan berbagai perangkat teknologi seperti handphone dan komputer dalam menunjang aktivitas sehari-harinya. Hal inilah yang membuat perkembangan teknologi informasi begitu cepat seakan-akan sudah menjadi suatu kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan bagi para penggunanya.
Untuk saat ini perkembangan teknologi informasi telah didukung oleh berbagai infrastruktur layanan yang sudah dapat kita rasakan manfaatnya seperti penggunaan jaringan telephone dan internet. Layanan-layanan tersebut telah menghilangkan gap jarak dan waktu yang dahulu sering kita rasakan, sehingga saat ini kita dapat saling terhubung dan bertukar informasi tidak hanya dalam wilayah tertentu saja melainkan dalam berbagai lintas wilayah dan negara. Karena keunggulan tersebutlah maka para pelaku bisnis tidak mau ketinggalan untuk mengikuti dan menggunakan berbagai layanan teknologi informasi untuk membantu menjalankan bisnis mereka.
Layanan teknologi informasi telah memberikan berbagai keuntungan bagi bisnis untuk beroperasi lebih efisien dan efektif. Saluran-saluran informasi yang disediakan oleh layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperoleh peluang bisnis dan memperoleh ceruk keuntungan yang lebih besar lagi bagi para pelaku bisnis. Berbagai macam metode pemasaran dan penjualan dapat dilakukan dengan bantuan layanan tersebut disamping dengan metode tradisional yang biasa dilakukan.
Banyak dari para pelaku bisnis memanfaatkan internet untuk mendapatkan dan mengumpulkan informasi yang nantinya berguna bagi kemajuan perusahaan. Ide-ide bisnis dan berbagai macam informasi terkait pemasaran (customer trend and demand) yang tersedia dalam internet memberikan keuntungan tersendiri bagi pelaku bisnis. Internet dapat diumpamakan sebagai suatu karyawan dalam perusahaan yang senantiasa meberikan informasinya untuk kemajuan perusahaan tersebut, seakan menjadi suatu sumberdaya dari luar (outsourcing) yang sangat berguna bagi solusi bisnis.
Contoh di atas merupakan suatu kenyataan di era saat ini dimana informasi menjadi suatu yang sangat diperlukan baik bagi pelaku bisnis maupun setiap orang dalam menjalankan aktivitasnya. Setiap orang membutuhkan suatu informasi, solusi dan ide-ide segar untuk mengatasi masalah yang sering atau akan dihadapinya baik itu dalam menjalankan bisnisnya ataupun berbagai masalah sosial lainnya. Kita tidak lepas dari masalah dan bagaimana kita menyelesaikan masalah tersebut dengan sebaik-baiknya tergantung dari informasi yang kita peroleh agar nanti keputusan yang kita ambil merupakan keputusan yang tepat dan efektif dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Atas dasar kebutuhan akan informasi, solusi dan ide-ide segar tersebutlah maka timbul suatu ide mengenai penciptaan suatu bisnis yang dapat membantu dalam memberikan informasi, solusi dan ide dengan berbasis layanan teknologi informasi yang dapat diakses oleh para pengguna teknologi informasi di manapun ia berada. Internet merupakan media yang tepat bagi pengembangan bisnis ini dimana banyaknya pengguna internet yang saling bertukar informasi baik itu sebagai penyedia informasi ataupun pencari informasi.
Bisnis yang akan kami kembangkan ini adalah sebuah solusi bagi pemenuhan informasi, solusi dan ide baik bagi pelaku bisnis, kelompok masyarakat, pemerintahan maupun perorangan yang melibatkan para pengguna layanan teknologi informasi khususnya internet dimana para pengguna tersebut ada yang bertindak sebagai pencari informasi/solusi (solution seekers) dan sebagai pemberi/penyelesai solusi (problem slovers).
Tujuan akhir yang ingin dicapai:
1. Menciptakan suatu solusi baru yang unik dalam hal penyediaan informasi, solusi dan ide dengan menggunaka media website sebagai penghubung antara pencari dan penyedia informasi/solusi yang diharapkan akan memberikan kemudahan, ketepatan dan kecepatan bagi para penggunanya.
2. Menyediakan layanan informasi dan solusi yang murah, cepat dan tepat yang akan membantu kita dalam menyelesaikan berbagai masalah yang kita hadapi dengan bantuan dari para pemberi solusi yang juga merupakan pengguna dari layanan ini.
3. Pemanfaatan sumberdaya yang berasal dari beragam vendor/penyedia dan berasal dari berbagai penjuru dunia (“Resources = Global”) sehingga informasi/solusi yang diperoleh merupakan solusi yang tepat dan efisien.
II. e-Bisnis Trend
Ada beberapa trend bisnis yang harus kita pahami sebelum membangun suatu bisnis, hal ini bertujuan agar bisnis yang kita jalankan dapat mencapai keberhasilan. Memahami suatu trend bisnis ibarat melihat sebuah kompas yang akan menunjukan arah tujuan dari bisnis kita. Analisis trend bisnis merupakan suatu cara agar bisnis memiliki fokus dalam menjalankan operasinya sehingga kita mengetahui layanan apa yang tepat kita berikan dan bagaimana layanan tersebut harus sampai ke konsumen. Ada beberapa trend bisnis yang dapat kita hubungkan ke dalam beberapa kategori seperti pada tabel di bawah ini.
Trend Category Trend
Customer
• Faster service
• Self-service
• More product choices
• Integrated solutions
e-Service
• Integrated sales and service
• Seamless support
• Flexible fulfillment and convenient service delivery
• Increased process visibility
Organizational
• Outsourcing
• Contract manufacturing
• Virtual distribution
Employee
• Hiring the best and brightest
• Keeping talented employees
Enterprise
• Integrated enterprise applications
technology
• Multichannel integration
• Middleware
General technology
• Wireless Web applications
• Handheld computing and information appliances
• Infrastructure convergence
• Application service providers
Dari berbagai kategori trend tersebut dapat kita simpulkan trend yang tepat bagi bisnis kita. Berdasarkan analisis trend di atas, maka trend yang tepat bagi bisnis kami adalah pada kategori e-service dimana trend tersebut disesuaikan dengan bisnis kami yang merupakan penyedia solusi berbasis e-service. Dengan kategori trend e-service diharapkan bisnis ini mampu memberikan layanan solusi yang terintegrasi, cepat, murah, didukung oleh sumberdaya yang luas, hasil yang tepat dan akurat, dapat diakses di mana saja dan oleh siapa saja.
Kami memahami kebutuhan akan suatu informasi/solusi yang cepat, tepat dan murah untuk menyelesaikan berbagai masalah merupakan suatu keharusan pada era yang cepat berubah ini. Oleh karena itu maka kami akan menyediakan suatu bisnis yang memenfaatkan sebuah website untuk mempertemukan antara “seekers” dan “slovers” yang diharapkan akan tercipta suatu sharing pengetahuan, ide, solusi, informasi maupun pengalaman antara kedua belah pihak.
Melalui website, kami berusaha menyediakan layanan yang dapat diakses oleh siapa saja, hal ini memeberikan kesempatan bagi siapa saja baik pelaku bisnis, pelajar atau perorangan untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis kami ini. Cara kerja dari bisnis ini adalah dengan menarik para ”slovers” untuk memberikan masukannya atas pertanyaan yang diberikan oleh “seekers”. Di sini Anda diharuskan mendaftarkan diri dalam website kemudian di situ Anda bisa mengutarakan permasalahan yang Anda hadapi, kemudian mengajukan beberapa nilai kompensasi yang mau berikan untuk orang yang bisa menyelesaikannya, dan nanti diharapkan orang akan berduyun-duyun menghubungi Anda dengan tawaran solusi dari mereka. Sistem kompensasi seperti ini disebut “pay by results”, kalau solusinya didapat baru diberikan kompensasi.
Masalah yang akan diselesaikan oleh para “solvers” ini sangat beragam, mulai dari masalah sederhana yang kita hadapi sehari-hari sampai dengan masalah yang serius seperti cara untuk mengurangi kandungan sodium dalam makanan, cara mempercepat proses biodegradasi, peningkatan efisiensi baterai yang biasa digunakan dalam peralatan rumah tangga, sampai ke hal-hal yang nampaknya remeh seperti metode membersihkan bayi atau ide untuk membuat perubahan perilaku jangka panjang dalam gaya hidup.
Kami juga mencoba untuk melakukan kemitraan dengan beberapa penggalang dana untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh kelompok orang-orang yang tidak mampu atau masalah-masalah sosial lainnya. Para penggalang dana tersebutlah yang akan membayar biaya-biaya para “seekers” seperti ini, termasuk memberikan kompensasi kepada para “solvers”-nya.
Model bisnis seperti yang kami lakukan ini disebut sebagai “crowdsourcing,” istilah ini pertama kali dikemukakan oleh Jeff Howe di artikelnya dalam majalah Wired pada Juni 2006. Anda tentu sudah akrab dengan istilah outsourcing, bukan? Nah, crowdsourcing ini mirip dengan outsourcing. Bedanya, dalam crowdsourcing ini tugas atau masalahnya dialih-daya (outsourced) ke banyak orang secara terbuka (publik), bukan ke perusahaan lain yang biasanya dilakukan dengan tertutup. Jadi, crowdsourcing ini berarti alih-daya (outsourcing) yang dikerjakan secara beramai-ramai oleh banyak pihak.
III. e-Bisnis Pattern
Pada saat ini dimana layanan internet dan teknologi digital sudah menjadi komoditas bagi setiap orang baik untuk memperoleh informasi atau menjalankan bisnisnya, maka kami juga berupaya memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun suatu bisnis dengan media-media tersebut. Suatu bisnis harus dikembangkan sesuai dengan pola yang sedang “in” dan up to date pada saat ini, sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik dan dapat bertahan lebih lama. Sesuai dengan model bisnis yang kami kembangkan maka kami mengikuti suatu pola yaitu pola e-portal (the e-portal pattern), dimana pada pola tersebut, kami (website) bertindak sebagai penghubung antara “seekers” dengan “slovers” (B2C). Dengan pola ini kami berusaha menarik para pengguna internet secara langsung dengan menyediakan konten dan layanan gratis bagi para pendaftar (seekers & slovers). Karena layanan yang kami berikan ini merupakan layanan gratis bagi siapa saja yang mendaftar maka kami berusaha mencari para penggalang dana dan para pengiklan untuk website kami.
IV. Hal-hal lain yang perlu dipersiapkan
a. Self-Diagnosis
Model bisnis yang kami dijalankan merupakan suatu solusi yang jarang terpikirkan oleh orang lain, hal ini membuat bisnis ini menjadi suatu bisnis yang unik dan menarik. Asal mula ide ini sebenarnya berasal dari bisnis penyedia jasa konsultan yang dijalankan secara tradisional yang memberikan solusi bagi pemakai jasanya. Tetapi bisnis jasa konsultan tersebut biasanya sangat mahal dan hanya masalah-masalah tertentu saja yang bisa diselesaikan oleh seorang konsultan. Oleh karena itu maka timbullah ide untuk membuat suatu layanan penyedia solusi berbasis internet yang memanfaatkan para pengguna internet (crowdsourcing) untuk saling memberikan solusinya. Hal ini menjadikan bisnis tersebut lebih efisien dan efektif dan dapat mengatasi beberapa masalah yang diajukan dalam satu website tanpa harus mencari-cari layanan lainnya.
Pada tahapan self-diagnosis ini, kami menganalisa beberapa kemungkinan yang terkait dalam bisnis kami. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian kami dalam membangun bisnis ini, yaitu:
1. Menciptakan suatu bisnis dengan biaya yang rendah (lower cost), baik bagi kami sendiri maupun bagi para pengguna layanan kami.
2. Kecepatan dan keakuratan informasi/solusi yang hasilkan.
3. Mengutamakan keinginan pelanggan (customers demand).
4. Menciptakan suatu layanan yang terintegrasi, jujur dan transparan.
5. Operational excellence dan continuous improvement.
Hal-hal tersebut di atas akan menjadi tujuan dan fokus kami dalam mengembangkan bisnis ini sebelum meluncurkan produk layanan kami ke pasar. Kami juga akan membuat peraturan dan skenario bagaimana bisnis kami harus berjalan dan tahapan apa saja yang harus diterapkan pada pengguna layanan kami, hal ini dibutuhkan agar para pengguna dapat mengetahui dengan jelas bagaimana mereka harus berpartisipasi.
b. Reverse the Value Chain
Awal dari ide pengembangan bisnis ini adalah berasal dari keinginan seseorang atas suatu solusi dengan begitu pada tahapan ini, kami mencoba untuk memenuhi keinginan dari para pengguna layanan kami, keinginan untuk memberikan informasi, solusi dan ide yang dapat membantu mereka menyelesaikan masalahnya. Sesuai dengan tujuan dan fokus bisnis pada tahapan sebelumnya di atas, maka kami memiliki komitmen bahwa pelanggan adalah yang pertama. Kami menjalankan desain e-bisnis dengan membalik seluruh kegiatan yang ada pada desain bisnis tradisional seperti yang terlihat pada gambar. Dengan menjalankan bisnis berdasarkan keinginan dari konsumen baru kemudian kita menyesuaikan layanan yang kita berikan berdasarkan keinginan tersebut maka diharapkan dapat memberikan suatu nilai tersendiri bagi para konsumen.
c. Choose a focus
Seperti yang telah dituliskan pada tahapan self-diagnosis di atas, ada 5 tujuan yang menjadi fokus dari bisnis ini. Sebagai suatu pelaku bisnis yang mengutamakan pelanggan maka kami diharapkan dapat beroperasi dengan baik dan secara berkelanjutan melakukan perbaikan guna peningkatan kinerja dari bisnis ini. Fokus terhadap pemenuhan keinginan pelanggan ini juga harus didukung oleh sumberdaya yang memadai agar dapat menghasilkan suatu informasi dan solusi yang tepat, oleh karena itu metode crowdsourcing yang diterapkan pada bisnis ini diharapkan dapat mengatasi masalah tesebut karena metode ini mengajak setiap orang diseluruh belahan dunia untuk ikut berpartisipasi sehingga informasi dan solusi yang dihasilkan dapat lebih bervariasi.
V. Desain e-Bisnis
a. Formulasi dari strategi e-bisnis
Ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam menentukan formulasi strategi e-bisnis, kita perlu mengetahui peta kekuatan bisnis kita dan wilayah dimana bisnis kita akan beroperasi. Strategi yang akan kita jalankan berhubungan dengan tujuan dan fokus dari bisnis kita. Sebagai suatu bisnis yang berbasis teknologi informasi maka strategi yang kita pilih harus sesuai dengan lingkungan tersebut dan segmen yang kita bidik juga harus sesuai dengan operasi bisnis kita. Ada tiga tahap yang harus dilakukan dalam melakukan formulasi strategi, yaitu:
• Knowledge Building
Tahap ini merupakan tahap dimana kita harus memahami apa yang pelanggan butuhkan dan kemana bisnis kita ini akan melangkah. Kita harus membangun nilai-nilai konsumen untuk menyediakan kesempatan bagi kita untuk menjalankan bisnis agar lebih baik.
• Capability evaluation
Menjelaskan tentang bisnis yang ada saat ini dan mengidentifikasi kemampuan apa yang dimiliki perusahaan saat ini serta kemampuan apa yang dibutuhkan perusahaan untuk menghadapi masa depan. Analisis SWOT dapat dilakukan untuk memperoleh peta kekuatan bisnis kita dan tantangan apa yang harus kita hadapi dimasa akan datang agar kita siap dalam menghadapinya.
• E-business design
Penciptaan nilai yang memberikan kesempatan bagi bisnis untuk meyakinkan para konsumen untuk menggunakan layanan kami dan kemampuan apa yang akan kita berikan untuk pemenuhan keinginan konsumen tersebut.
Bisnis kami menjalankan suatu perencanaan yang berkelanjutan dan memanfaatkan umpan balik (Continuous Planning with Feedback) dengan harapan dapat memberikan yang terbaik bagi konsumen hal ini karena kami menyadari bahwa industri bisnis kami bergerak dalam lingkungan yang dinamis sehingga selalu berubah-ubah terutama dengan adanya tren teknologi maju saat ini. Oleh karena itu tidak mungkin kami hanya membuat suatu perencanaan yang statis.
b. Knowledge Building
Membangun pengetahuan dalam perusahaan merupakan suatu cara bagi kita untuk memahami peta pasar dari bisnis kita. Pengetahuan yang mendalam mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan operasi bisnis merupakan suatu keunggulan kompetitif yang dapat kita terapkan dalam menjalankan strategi perusahaan. Pemerolehan nilai-nilai konsumen adalah tujuan utama dari suatu bisnis dimana konsumen merupakan suatu atribut yang dapat menentukan hidup-mati perusahaan. Ada beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan knowledge building dalam perusahaan seperti yang ditampilkan ditabel berikut.
Understanding the customer
1. Who are my customers?
Para pengguna internet baik pelaku bisnis, pelajar, organisasi dan lainnya.
2. How are my customer priorities shifting?
Penyediaan berbagai informasi/solusi berbasis teknologi informasi sehingga lebih cepat dan biaya yang dikeluarkan lebih murah dengan dukungan dari para slovers dari seluruh belahan dunia.
3. Who should be my target customer? How will the E-Business help reach my target customer segments?
Para pengguna internet baik pelaku bisnis, pelajar, organisasi dan lainnya yang memerlukan informasi, solusi dan ide untuk mengatasi masalah yang dihadapinya dengan cepat dan murah.
Customer value and relationship trends
4. How can I add value to the customer?
Penyediaan solusi berbasis internet memberikan hasil yang lebih cepat dan murah.
Memperoleh solusi yang berasal dari berbagai sumber sehingga menyediakan variasi jawaban.
5. How can I become the customer’s first choice?
Karena merupakan satu-satunya layanan pemberi solusi yang menggunakan sumberdaya dari berbagai pengguna internet di seluruh belahan dunia (crowdsourcing).
6. How does my product reach customers?
Pelanggan dapat mendaftarkan diri di website kami dan melakukan interaksi dengan para seeker ataupun solvers.
Technology trends
7. Do we understand the environment and industry trends?
Makin berkembangnya teknologi IT terutama internet yang semakin dikenal dan sudah menjadi suatu kebutuhan di masyarakat.
8. Do we understand technology trends?
Makin akrabnya masyarakat dengan berbagai perangkat teknologi seperti handphone dan komputer dalam menunjang aktivitas sehari-harinya dan berbagai layanan internet dalam memberikan informasi.
Supply chain trends
9. What are the current priorities in the supply chain?
Saling terintegrasinya antara penyedia layanan dengan para seekers dan solvers dalam penyediaan layanan.
Competition
10. Who are my real competitors? What is my toughest competitor’s business model? What are they doing really well?
Jasa-jasa pemberi informasi/solusi yang serupa baik yang berbasis digital maupun yang tradisional. Model bisnis kami lebih unggul karena memanfaatkan layanan internet dan sistem crowdsourcing.
Core competencies
11. What capabilities do we have today?
Kami mempunyai kemampuan dalam memberikan solusi dengan sistem crowdsourcing dan sistem “pay by results.”
12. What capabilities and resources do we need to speed up our execution?
Kami mempunyai infrastruktur dan tenaga ahli serta SDM yang paham IT dan proses bisnis. Kami juga memiliki banyak solvers yang bersedia menjadi partner kami dan para crowdsourcers yang kompeten.
c. Capability Evaluation
Mengevaluasi kemampuan bisnis dalam menjalankan operasinya untuk mencapai tujuan dan fokus usaha merupakan suatu tahapan yang harus dilakukan sebelum terjun ke dunia bisnis sesungguhnya. Transformasi bisnis merupakan suatu strategi bisnis yang ingin dicapai oleh bisnis ini dimana sebuah aturan lama/tradisional mengenai jasa pemberi informasi/solusi diubah menjadi suatu jasa pemberi informasi/solusi berbasis teknologi informasi yang memanfaatkan keunggulan dari layanan internet.
Bisnis kami menggunakan suatu struktur e-bisnis eksternal karena kami hanya sebagai penyedia tempat untuk bertemunya atau menghubungkan antara para pencari informasi/solusi (seekers) dengan para pemberi informasi/solusi (solvers), hal ini sesuai dengan pola e-bisnis yang kami jalankan yaitu e-portal (B2C).
d. Desain e-Business System
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa desain e-bisnis yang kami jalankan adalah sebuah website yang dengan pola e-portal berbasis internet yang menghubungkan antara para pencari solusi dengan para pemberi solusi (B2C) dengan menggunakan metode crowdsourcing. Desain e-bisnis merupakan salah satu faktor sukses dalam sebuah bisnis, oleh karena itu desain e-bisnis ini harus didukung oleh beberapa tahapan sebelumnya yang telah dijelaskan di atas. Sebagai tahap akhir sebelum pengaplikasian sistem maka perlu diperhatikan apakah desain e-bisnis yang kita buat telah sesuai dengan kondisi saat ini dan lingkungan dimana bisnis kita beroperasi. Bisnis kami mengacu pada desain e-bisnis sebagai infomediary dimana kami menyediakan layanan berbasis internet yang menawarkan konsumen berbagai informasi, solusi dan ide untuk mengatasi masalah yang tengah mereka hadapi.
VI. Formulasi e-Blueprint dan Tactical Execution
Terdapat 3 fase dasar dalam perencanaan e-blueprint yaitu:
1. e-blueprint Creation
Dalam fase ini ditetapkan strategi dari e-blueprint dan inisiatif yang terkait. Dalam menciptakan e-blueprint terdapat 5 langkah yang harus dilakukan yaitu:
a. Menentukan tujuan dari keseluruhan desain e-busines
E-bisnis desain perusahaan kami berada pada SBU (The Strategic Business Unit) dimana tujuan dari bisnis kami adalah untuk melayani pelanggan akhir. Kami mengkonsolidasikan supply chain kami dengan para vendor dan melengkapinya dengan jasa distribusi yaitu delivery services sebagai bagian dari pelayanan kami yang terintegrasi.
b. Menentukan lingkup usaha
E-business harus tetap berfokus baik pada peningkatan stratejik maupun trnsformasi bisnis.
c. Mengklasifikasi dan menganalisis kerangka aplikasi
Perusahaan harus mendeskripsikan e-blueprint kedalam kerangka aplikasi secara logikal. Aplikasi yang digunakan dalam bisnis ini adalah SCM dan CRM, sehingga dijelaskan bagaimana aplikasi tersebut dapat menunjang pencapaian suatu perencanaan stratejik perusahaan dan manambah nilai pelanggan.
d. Memprioritaskan apa yang harus diselesaikan terlebih dahulu
Perusahaan harus membuat suatu skala prioritas kegiatan untuk penganggaran
modal, investasi teknologi baru, dan alokasi sumber daya yang langka.
Manajer dapat membuat suatu portofolio untuk investasi aplikasi yang terbaik.
e. utuk setiap kerangka aplikasi harus dibuat rencana pelaksanaan.
Dalam melaksanakan setiap kerangka aplikasi tersebut harus dibuat perencanaan-perencanaan pelaksanaan.
2. e-blueprint Facilitation
Setelah melakukan e-blueprint creation, maka langkah berikutnya adalah membuat suatu kasus bisnis untuk mengumpulkan pendanaan proyek.
- Strategic justification: Kemana perusahaan akan melangkah? Hal ini mengidentifikasikan kemampuan baru apa yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.
- Operational justification: Bagaimana caranya perusahaan bisa sampai kesana? Seksi ini mengidentifikasi dan mengkuantifikasi proses peningkatan secara spesifik yang diharapkan.
- Technical justification: Kapan perusahaan bisa sampai kesana? Seksi ini menjelaskan bagaimana aplikasi perusahaan yang diimplementasikan dapat mendukung keseluruhan strategi teknologi perusahaan.
- Finacial justification: Kenapa kita bisa menang? Bagian ini akan memberikan garis besar mengenai aspek biaya dan manfaat dari aplikasi yang diajukan dan kerangka proses, serta mengkuantifikasi manfaat yang diperoleh dalam pengukuran kinerja seperti NPV, IRR dan ROI.
3. e-blueprint Execution (Tactical Execution)
Tactical execution mempunyai arti membuat e-blueprint beroperasi. E-blueprint terdiri dari prioritas, proyek, dan sumber daya yang dibutuhkan , sedangkan tactical execution adalah bagaimana membawa suatu e-blueprint perusahaan menjadi suatu kenyataan.






